a


Breaking News

Minggu, 28 Juli 2019

KD 3.2 Menganalisis peluang usaha produk barang/jasa pkk kls XI


KD 3.2 Menganalisis peluang usaha produk barang/jasa pkk kls XI


A.    KOMPETENSI DASAR
KD 3.2 Menganalisis peluang usaha produk barang/jasa

B.     INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
Menjelaskan peluang dan resiko usaha
C.     MATERI POKOK
  MENGENAL PELUANG USAHA

A. Peluang dan Resiko Usaha
Untuk menggali dan memanfaatkan peluang usaha atau bisnis, seorang wirausahawan berpikir secara positif dan kreatif, diantaranya :
  1. Harus percaya diri dan yakin bahwa usaha ini dapat dilaksanakan
  2. Harus menerima gagasan baru
  3. Harus bertanya kepada diri sendiri
  4. Harus mendengarkan saran-saran orang lain.
  5. Harus mempunyai etos kerja yang baik
  6. Pandai berkomunikasi.
Dengan tersedianya informasi intern dan ekstern, maka wirausahawan dapat mengetahui :
  • Di mana ada peluang (opportunity)
  • Apa saja yang akan mengancam dunia (threat)
  • Adakah kekuatan (sterngth) yang mendukung usaha
  • Adakah kelemahan (weakness) yang membatasi atau menghambat kemampuan.


Ada beberapa resiko yang mungkin terjadi dalam usaha, diantaranya :
  1. Perubahan permintaan
  2. Perubahan konjungtor
  3. Persaingan
  4. Akibat lain
B. Faktor-Faktor Keberhasilan dan Kegagalan Usaha
1. Keberhasilan Usaha
Keberhasilan usaha yang dipengaruhi oleh beberapa hal :
  1. Percaya dan yakin bahwa usaha dapat dilaksanakan
  2. Menerima gagasan baru di dalam dunia usaha
  3. Instropeksi diri
  4. Mendengarkan sran-saran orang lain
  5. Bersemangat dan bergaul.
Tingkat energi tinggi 
  • Mengendalikan tingkat percaya dirinya tinggi dalam mencapai sukses 
  • Cepat mengenali dan memecahkan masalah yang dapat menghalangi kemampuan tujuannya 
  • Bekerja keras dan bekerja sama dengan para ahli untuk meperoleh prestasi 
  • Tidak takut mengambil resiko, tetapi akan menghindari resiko tinggi jika dimungkinkan 
  • Tidak akan memperbolehkan hubungan emosional yang menggangu suksesnya usaha 
  • Tidak akan memperboilehkan hubungan emosional yang mengganggu misi suksesnya usahanya 
  • Berdedikasi tinggi dan bekerja tanpa berhitung waktu untuk membbn angun usahanya 
2. Kegagalan Usaha
  • Pengendalian usaha atau bisnis
  • Pengamatan manajemen 
  • Pengelolaan piutang 
  • Memperluas usaha berlebihan 
  • Perencanaan keuangan 
  • Lokasi usaha 
  • Pembelanjaan besar 
  • Meremehkan waktu dan dedikasi dalam memulai usaha 
  • Gagal mengendalikan aspek utama usaha atau bisnis 
  • Pemahaman umum terhadap disiplin manajemen rata-rata kurang 
  • Menimbulkan masalah arus kas buruk mereka dengan kurangnya perhatian akan piutang 
  • Memulai perluasan usaha yang belum siap 
  • Meremehkan kebutuhan usaha 
  • Lokasi yang buruk 
  • Menimbulkan pengeluaran awal yang tinggi 
Menganalisis Peluang Usaha Berdasarkan Produk Barang Atau Jasa
Produk adalah segala sesuatu, baik yang bersifat fisik maupun nonfisik yang dapat ditawarkan kepada konsumen untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya.
Dalam menganalisis produk yang dibuatnya, seorang wirausaha dapat mengklasifikasikan jenisnya ke dalam tiga tingkatan, yaitu:
·         Produk primer, yaitu produk-produk yang mengacu pada penggalian sumber daya alam.
·         Produk sekunder, yaitu produk yang mengacu pada pengolahan atau pemrosesan bahan baku menjadi bahan jadi.
·          Produk tersier, yaitu produk yang mengacu pada peralatan dan pelayanan jasa.
Menganalisis Bidang Produk Barang
Produk yang berupa barang dapat dikelompokkan berdasarkan tingkatannya, karakteristik atau sifatnya, dan tujuan pemakaiannya.
1.      Berdasarkan tingkatan atau levelnya, produk barang dapat dikelompokkan menjadi:
a.       Inti produk (core product/generie Product), yaitu manfaat atau jasa inti yang diberikan produk barang tersebut.
b.      Wujud produk (tangible product/formal product), yaitu karakteristik yang dimiliki produk yang berupa mutunya, corak atau ciri khasnya, merek, dan kemasannya.
c.       Produk tambahan yang disempurnakan (augmented/extend product), yaitu menggambarkan kelengkapan atau penyempurnaan dari produk inti.
2.       Berdasarkan karakteristik atau sifatnya, produk barang dapat dikelompokkan menjadi:
a.       Barang tahan lama (durable goods), yaitu barang yang berwujud biasanya bisa bertahan lama dengan berkali-kali pemakaian.
b.       Barang tidak tahan lama (non-durable goods), yaitu barang berwujud yang biasanya dikonsumsi satu atau beberapa kali.
c.       Jasa (service) yaitu kegiatan, manfaat, atau kepuasan yang ditawarkan untuk dibeli.
3.      Berdasarkan pemakaiannya, produk barang dapat dikelompokkan menjadi:
a.       Barang konsumsi (consumer’s goods), yaitu barang yang digunakan oleh konsumen akhir atau rumah tangga dan tidak untuk di komersilkan.
b.       Barang industri (industrial goods), yaitu barang-barang yang diproduksi untuk membuat barang lain atau menjalankan suatu organisasi dan suatu bisnis.

Menganalisis Bidang Produk Jasa
Jasa adalah produk tidak nyata atau tidak dapat dilihat, tetapi hanya dapat dirasakan ketika dikonsumsi.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam bidang usaha jasa, yaitu:
1.      Memasang papan merek atau logo yang mencolok, menarik dan dapat dibaca di kejauhan.
2.       Memasang lampu yang terang dan berwarna-warni.
3.       Menyebarkan pamflet tentang jasa yang ditawarkan.
4.       Mengadakan demonstrasi cara pembuatan barang atau perbaikannya secara menarik.
5.       Memberi potongan harga atau harga khusus bagi pelanggan setia.
6.       Mempromosikan jasa melalui alat-alat promosi yang tetap.
Jasa merupakan produk yang tidak berwujud dan mempunyai karakteristik sebagai berikut.
1.      Intangible, yaitu sifat jasa yang tidak bersifat fisik (walaupun berkaitan dengan produk fisik) sehingga tidak dapat dilihat atau dirasakan sebelum dibeli.
2.       lnsparable, yaitu sifat jasa yang tidak dapat dipisahkan antara proses produksi dan konsumsi sehingga interaksi antara produsen dan konsumen sangat menentukan.
3.      Variable, yaitu sifat jasa yang mempunyai berbagai variasi bentuk, kualitas, dan sejenisnya, tergantung dari siapa, kapan, dan di mana produk tersebut dihasilkan.
4.       Perishible, yaitu sifat jasa yang mudah rusak atau hilang karena ketidakmampuannya untuk disimpan.
D.    SOAL OBJEKTIF
1.      Yang tidak termasuk dalam ciri – ciri orang kreatif yaitu..
a.       Mandiri
b.      Terbuka terhadap yang baru.
c.       Tidak dapat menerima keadaan
d.      Percaya diri.
e.       Berani mengambil resiko.


2.      Berikut dibawah ini uang termasuk dalam peranan wirausaha yaitu
a.      Sebagai motor penggerak dalam pembangunan nasional.
b.      Sebagai pendefinisi resiko
c.       Sebagai tempat hiburan
d.      Sebagai tempat nongkrong
e.       Sebagai pencipta produk
3.      kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru atau hubungan-hubungan baru antar unsur, data, variabel yang sudah ada sebelumnya. Pernyataan berikut merupakan pengertian dari
a.       inovatif
b.      kreatifitas
c.       wirausahawan
d.      kewirausawahan
e.       programmer
4.      di bawah ini yang merupakan pengertian dari karier adalah
a.      aspek yang paling gamblang
b.      kemampuan untuk berkarya
c.       membuat ide baru
d.      memperbaiki pemikiran
e.       penyusun variable
5.      Di bawah ini yang merupakan satu hal dasar yang penting dalam kewiraswastaan adalah
a.       Berpikir
b.      Menguasai
c.       Komitmen
d.      Keadaan
e.       Cuaca
6.      Keberhasilan usaha yang dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain yaitu
a.      Menerima gagasan baru di dalam dunia usaha
b.      Meremehkan waktu dan dedikasi dalam memulai usaha 
c.       Gagal mengendalikan aspek utama usaha atau bisnis 
d.      Pemahaman umum terhadap disiplin manajemen rata-rata kurang 
e.       Terlalu besar kepala
7.      Lapisan terluar dari struktur prioritas adalah
a.       Kreatifitas
b.      Berkarya
c.       Berinofatif
d.      Berkarakter
e.       Keterampilan
8.      Yang tidak termasuk karakteristik yang khas dari wirausaha thetos enterprenerial menurut Moeljanto Tjokrowinoto (1996) adalah:
a.      Kejelian melihat peluang untuk memperoleh keuntungan.
b.      Selalu mencari perubahan
c.       Kemampuan untuk mendefinisikan resiko
d.      Mengendalikan tingkat percaya diri
e.       Kemampuan untuk mengalihkan sunber dari kegiatan prodiktifitas.
9.      Tata Laksana merupakan..
a.       Hasil dari suatu pemikiran
b.      Suatu contoh dari berinovatif
c.       Cara kerja di kewirausahaan
d.      Terjemahan dari kata management, artinya pengelolaan
e.       Sumber usaha
10.  Struktur nilai kewiraswastaan dimaksud terdiri dari elemen-elemen yaitu... kecuali 
a.      Kreatifitas
b.      Sikap Mental (attitude) 
c.       Kepemimpinan atau kepeloporan (leadership) 
d.      Ketatalaksanaan (management)
e.       Keterampilan (skill) 

E.     SOAL ESSAY
1.      Untuk menggali dan memanfaatkan peluang usaha atau bisnis, seorang wirausahawan berpikir secara positif dan kreatif. Sebutkan!
2.      Berdasarkan tingkatan atau levelnya, produk barang dapat dikelompokkan menjadi?
3.      Sebutkan hal – hal yang mempengaruhi keberhasilan usaha!
4.      Sebutkan resiko yang mungkin terjadi dalam usaha!
5.      Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam bidang usaha jasa, yaitu

F.      KUNCI JAWABAN
v  OBJEKTIF
1.      C
2.      A
3.      B
4.      A
5.      C
6.      A
7.      E
8.      D
9.      D
10.  A

v  ESSAY
1.      Harus percaya diri dan yakin bahwa usaha ini dapat dilaksanakan
Harus menerima gagasan baru
Harus bertanya kepada diri sendiri
Harus mendengarkan saran-saran orang lain.
Harus mempunyai etos kerja yang baik
Pandai berkomunikasi.
2.      -Inti produk (core product/generie Product), yaitu manfaat atau jasa inti yang diberikan produk barang tersebut.\
-Wujud produk (tangible product/formal product), yaitu karakteristik yang dimiliki produk yang berupa mutunya, corak atau ciri khasnya, merek, dan kemasannya.
-Produk tambahan yang disempurnakan (augmented/extend product), yaitu menggambarkan kelengkapan atau penyempurnaan dari produk inti.
3.      –Percaya dan yakin bahwa usaha dapat dilaksanakan
-Menerima gagasan baru didalam dunia usaha
-Instropeksi diri
-Mendengarkan saran – saran orang lain
-bersemangat dan bergaul
4.      Perubahan Permintaan
Perubahan Konjungtor
Persaingan
Akibat Lain
5.      -Memasang papan merek atau logo yang mencolok, menarik dan dapat dibaca di kejauhan.
-Memasang lampu yang terang dan berwarna-warni.
- Menyebarkan pamflet tentang jasa yang ditawarkan.
- Mengadakan demonstrasi cara pembuatan barang atau perbaikannya secara menarik.
- Memberi potongan harga atau harga khusus bagi pelanggan setia.
- Mempromosikan jasa melalui alat-alat promosi yang tetap.

6 komentar:

Designed By Published.. Blogger Templates